Es Krim dan Janji

Aku tidak tahu awalnya, pas Ujian SBMPTN tahun 2016 kemarin ada rencana yang kemudian menjadi janji. Mula-mula aku dan dia cuma pengen ketemu sehabis tes sambil beli es krim. Sebab kami mengira bahwa kami satu tempat tes, yaitu di Univeristas Sanata Dharma cuman beda ruang. Selagi masih di Jogja juga pikirku, sambil sedikit melepas penat setiap hari belajar buat masuk tes. Juga untuk menghilangkan kekecewaan kemarin, yang tidak diterima di USM STAN 2016 dan SNMPTN dan juga nasib kami sama  :joy: .

Sebelumnya aku pergi ke Jogja bersama temanku. Belum ada satu bulan aku dan Mahmudi, teman seperjuanganku mondar-mandir dari Giriwoyo, Wonogiri ke Yogyakarta kurang lebih empat kali (kayaknya). Iya, untuk keperluan pendaftaran mau kemana diri ini setelah lulus sekolah. Mulai dari verifikasi berkas buat USM STAN, USM nya, terus tes SBMPTN. Aku sendiri melakukan verifikasi berkas dua kali, yang pertama memang berkasku sendiri terus yang kedua menemani temenku itu.

Nah, pada hari H SBMPTN aku berangkat pergi ke tempat tes. Entah siapa yang duluan ngasih kabar, ternyata kami berbeda tempat, dia di Universitas Sanata Dharma kampus 3. hahaha, akhirnya mungkin juga karena jauh dan lelah letih lesu lemah lunglai (ehh) kami memutuskan untuk menunda aja acara nges krimnya ini.

Sampai sekarang, Es Krim itu masih menjadi janji. sebelum keberangkaran ku ke Jogja buat menimba ilmu disini juga sempet aku tanyain ke dia,

“gimana, jadi beli es krim ndak? mumpung masih di rumah” tanyaku

“gak usah jal, kasihan kamu nanti keburu-buru. jauh juga” jawabnya.

Secara memang meski masih di satu kabupaten yang sama namun kami jauh. Dia di kotanya, sedangkan aku di kecamatan yang letaknya di ujung tenggara kabupaten, bahkan provinsi. Ke timur sedikit atau ke selatan sedikit sudah masuk ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Jadi, ya sudahlah.. mungkin belum waktunya. kami yang juga mulai sibuk sendiri. Aku di Jogja, dan dia di Solo. Karena semua akan nges krim pada waktunya hahaha. Tapi yang aku tau, janji adalah hutang. Dan jika belum terlunaskan di dunia maka nanti kedepannya akan kesusahan melunasinya. Tetep ingetin aku ya ya, Adya Restina P..

 

habis subuh, menanti pagi.

di Bantul, Yogyakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s