Bahagia dan Benda

Dulu pada saat saya mulai serius bekerja sebagai software engineer saya membayangkan betapa nikmatnya kalo punya laptop Macbook, mungkin bisa lebih produktif dan tentunya keren kalo dibawa ke warkop pas lagi nongkrong. Saya juga mengira mungkin motivasi dan semangat saya juga akan naik ketika saya menggunakannya.

Namun setelah kemarin saya bisa membelinya setelah tidak ada tanggungan, perasaan itu ada namun hanya sebentar. Sekarang saya merasa biasa saja memilikinya. Malah juga masih sering ngga semangat lagi.

Itu hanya salah satu contoh yang saya rasakan. Karena mungkin menurutku barang termahal yang saat ini saya miliki baru macbook.

Dari situ saya mempelajari suatu hal. Bahwa kebahagiaan tidak melekat pada barang-barang dan benda yang kita miliki. Kita bisa saja sekarang menginginkan sesuatu, rumah, mobil, aipon xs max dan sebagainya. Setelah kita memiliki perasaan awal pada saat kita menginginkan barang itu akan hilang.

Kebahagiaan yang tercipta karena pengaruh luar hanya akan bertahan sementara. Kebahagiaan yang hakiki letaknya pada hati. Jika kita sudah merasa puas dengan apa yang kita miliki, mensyukuri setiap yang ada. Maka bahagia itu akan muncul sendiri. Bahkan serasa dunia sudah kita miliki.

Perum. Grand Harmony Residence No 23
Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman
Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s